Jumat, 20 September 2013

it's me

senyum ini slamanya akan terSimpul
tak kan pernah berubah
tak kan pernah hilang,
tak kan pernah habis
karna senyum ini dapat radiasikan semangat yang luar biasa.
seberat dan sekuat apapun itu ancaman hati, senyum ini akan tetap mengembang mesra,
indah penghilang resah dan gundah,
tetaplah menjadi perisaiku selamanya

my beloved secret

kenapa kau semaikan bibit indah ditamanku
kau biarkan tumbuh mekar dengan eloknya
dan sekarang kau biarkan tetap begitu
tanpa kau beri kepastian
akan kau petik atau mengikhlaskan orang lain untuk memetiknya..
siapa yang tau hati ini...
jika engkau telah memetiknya ditempat lain
mungkin ini sudah jalan hidupku
berikan kepastian kepada hatiku
agar sejuknya dapat menyegarkan sudut lain yang terluka
jangan biarkan mekarnya layu dimakan waktu
senandung terakhir itu masih ku simpan dimemoriku
untuk sekedar mengingat
ada sosok ikhawan yang menyapaku



Ya Rabb

Ya Rabb
Engkau Maha tahu apa yang aku inginkan.
Namun Ya Rabb...
Engkau Maha Tahu apa yang terbaik bagi ku.
jadikanlah aku seseorang yang tidak pernah putus asa mengusahakan
bukan hanya hal-hal yang baik dalam hidup,
tapi mengusahakan yang terbaik.
Ya Rabb...
Semoga Engkau slalu meridhoi apa yang telah, sedang dang akan aku kerjakan,
Semoga Engkau pun senantiasa memberi kemudahan.
lalu, apapun keputusan yang Engkau berikan
sebagai jalan yang harus aku tempuhi
Ya Allah... jadikanlah aku sebagai orang yang ikhlas menerima semua itu

dalam doa

hatimu berselimut sahdu,
mengeja setiap makna dalam kedipan mata
kerlipan cahayamu meranau rindu,
terpikaat sekeping hati dalam setiap doa, ..

aku masih mampu berdiri

Biarkan aku berjalan
menembus gelap dalam gulita
biarkan arahku melaju
mengejar asa lewat persimpangan yang tak terhingga
setelah sekejap pun aku mampu meninggalkan mimpi-mimpi ini dalam nyata.
walau tak mungkin untuk meraih apa yang dipintaa.
ku tetap berusaha berdiri tegap.
meski berkali-kali masuk lubang yang dalam.
tertatih-tatihpun ku coba untuk tetap berdiri. -__-

madu pahitmu

Nasehatmu Pengukur iman,
Nasehatmu Pengukur akhlak,
Nasehatmu Pengukur
Sabar,
Nasehatmu Pengukur
akal pikiran,
Nasehatmu Pengukur yang tiada lagii di mengerti.
tapi nasehatmu keras
menapikan emosi yang membakar
tak lagii ada tutur mulia
tak lagii ada sikap diharga
tak lagii ada segan seenak berlisan
ku akui kau hebat
ku aku kau mengertii segala adat
tapi kau tak pernah mengerti
rapuhnya aku bagai
bingkaian belah kaca yang berdebu. selamatkan aku
dari ucapan setajam belati
dari ucapan ranjau hamparan duri.
terimakasiih.

my house


Rumahku,
pagii,siang dan malam ituu tempatku beradu
setiap sudutnya
menyisakan kenangan lalu
ada suka dan ada luka yang berpadu
senyum ini tak semanis dulu
bahagia ini pun tak seindah dulu
sesekali hati ini menangis
menahan sesak karna rindu

romantisme sebuah masa


sengaja malam ini langit tak lagi ku gores
namun ku undang bintang berbincang bersamaku
meski tak terdengar merdu menggema
aku tetap belajar memaknai hari-hari
dan romantisme sebuah masa

Jumat, 13 September 2013

ungkapan ku

bunda… bagiku kau adalah hujan
yang mampu menghidupkan bumi dari matinya
ayah… bagiku kau adalah mentari
yang mampu menumbuhkan bumi jadi kian bermakna

Kamis, 12 September 2013

malamku

Dalam keheningan malam
Disela hembusan dingin angin malam
mata yang semakin sulit terpejam
padahal bayangan nyata dalam gelap mencekam
begitu bayu kesanksian
sepiku belum berhujung
gelappun belum usai
malang berpeluh kesedihan
ingin rasanya biarkan mata ini berlinang
mengakhiri cerita yang belum sempat terurai
aku percaya...
aku tak ragu...
Diri-Nya lah satu-satunya yang Maha kuasa
yang mampu menentramkan jiwa
yang mampu menenangkan hati yang berduka

Rabu, 11 September 2013

beloved family


seperti apapun itu tetap aku


Aq berusaha menjadi setegar karang
Ternyata aqu pun hanya sepoyong spon yang sangat lunak
Aq berusaha menjadi seperkasa mentari
Tapi ternyata AQ hanya lilin kecil yang tak mampu menjaga keutuhan ragaku
Aq berusaha menjadi seharum melati
Tapi ternyata aku hanya seonggok daging yang bau busuk
Aq berusaha menjadi sebening Kristal
tapi ternyata aku hanya butiran pasir didalam air keruh
aq berusaha menjadi selembut sutra
tapi ternyta aku hanya karang yang di campakan
kini aku bukan siapa-siapa
dan aku sebatas  apapun yang ku mampu


Selasa, 10 September 2013

teman



Semerbak kasih merekam indah
Mewangi cinta dihati-hati pejuang
Ketika ketetapan-Nya mempertemukan kita
Dalam satu asa
Diawali dengan ketidaktahuan kita melangkah sampai sini
Bersama dalam satu perjuangan
Merangkai mimpi untuk waktu yang tak pasti
Sejak dulu hingga suatu saat
Hingga mimpi sentuhkan kenyataan
Namun kini hati tak karuan
Menerima kenyataan dihujung pertemuan
Diam, terbungkam, tak mampu berucap
Bersama luluhnya butiran bening
Mewakili semuanya yang tak sampai
Engkaulah yang ku sebut teman
Yang tersenyum meski ku diam
Yang menghapus airmataku
Yang yang menampung cerita’’ku
Yang mengajakku mengingat-Nya
Bersamamu teman
Melekatkan pengalaman Yang tak terlupakan,
Menyatukan nuansa cinta yang penuh cerita

Engkaulah yang ku sebut teman
Disisiku teman seperjuangan
Jauh dariku bukan musuh bayangan
Kini kau yang ku sebut teman
Tiada hati untuk menyakiti
Tiada rupa untuk menghapusmu
Tiada rasa untuk menglepasmu
Tapi waktu tak selalu bersahabat
Hanya ALLAh yang bertindak……

kau semaikan



Kenapa kau semaikan bibit indah ditamanku
Kau biarkan tumbuh mekar dengan eloknya
Dan sekarang kau biarkan tetap bagitu
Tanpa kau beri kepastian
Akan kau petik atau mengikhlaskan orang lain untuk memtiknya….
Siapa yang tau hati ini…
Jika engkau telah memetiknya ditempat lain
Mungkin ini sudah jalan hidupku
Berikan kepastian kepada hatiku
Agar sejuknya dapat menyegarkan sudut lain yang terluka
Jangan biarkan mekarnya layu dimakan oleh waktu
Senandung  terakhir itu masih ku simpan di memoriku
Untuk sekedar mengingat
Ada sosok ikhwan  yang menyapaku

sampai kapan ?



lihatlah detik jam itu enggan berhenti
kembali dan kembali lagi pada jalan yang sama
kau tau itu ?? 
disina aku sendiri sendiri 
menerima Segelintir asa yang kau tautkan
Dalam setapak episode ku lalu
Mengalir dalam serpaan kasih
Berlabuh digerbang masa
mungkin kah Semi mu kan bermusim kembali
atau kan rentan habis karna waktu
Sampai pada jatah umurku
Yang semakin berkurang??
Sampai pada ujung masa depan
Yang sulit diterawang mata?
Semua jadi teka-teki  hati
Yang bersarang….
Hingga menjadi rangkaian mimpi
Yang dapat menghias angan-angan ku saat ini
lalu sampai mana kah kau tuntun aku 
menraih segala asa yang pernah kau sampaikan 
lewat hati atau bahasa isyaratmu lalu..
kini lirih harapku hanya
Smoga yang terpaut kini
Bukan hanya harapan sia-sia

Senin, 09 September 2013

dilema tulisanku



lewat surat yang kau sampaikan
ku coba memaknai rangakaian garis-garis hitam
berbentuk huruf, kata dan tulisan
ku raba sedikit demi sedikit tulisanmu
kumaknai arti hitamnya kertasmu
Ketika itu aku mulai bisa menulis lagi
seperti aku menulis sajak dengan tinta hitam dalam kertas yang putih
tinta demi kata kutorehkan karena ada gumpalan sesak di hati
aku berhenti ketika mata dan hatiku beradu dengan otakku
pacuan jantung berdetak karenanya
terbentur hitamnya kosong imajinasi yang kusut
rangkaian-rangkaian menjadi kosong tanpa arti
mencoba luruskan pandangan dan hati
hitam dan selalu hitam tampak dimata
dan ketika aku mulai tak bisa menulis
aku terdiam, aku menangis, aku hitam….
tak ingin rasanya berhenti untuk menulis puisi
namun apa daya, yang tertulis selalu hitam dalam putih
seharusnya itu pula yang meyakinkan aku
kenyataan lebih pahit dari sebuah harapan
dalam diam kubercanda dengan asiknya kata
dalam diam kumenangis dengan senyumanku
seperti pula nada terdengar lirih
membuat jiwaku terhenyak
sajakmu ..