Rabu, 09 Oktober 2013

Aku tak pernah ingin mengajakmu larut dalam kepedihanku, demi Allah tidak..aku hanya ingin mengecupi kata kat hati lewat jemariku yang kian getir, jadi biarkanlah aku dengan rasaku, dan kamu, siramilah cinta yang telah ada untuk seseorang yang akan memilikimu
Aku juga tidak menyesaljika saat ini tiap-tiap pintuku adalah kesunyian, hingga didalamnya aku menjadi orang yang bisu, dalam ruang kegetiran, tidak kah kau tahu, setiap menatapmu disini, seperti ada belati yang bergerak mengiris iris hatiku namun kau harus tahu jika tiap luka terasa perih, telah ikhlas untuk ku rasakan. Dan kini kau harus tahu juga, jika mampu ku sentuhkan telapak kakimu, maka ku mohon dengan teramat sangat, percayalah jika aku akan baik-baik saja, meskipun kini peluhku telah berganti darah, atau bentuk hatiku tak lagi memiliki bingkai, aku ingin menikmati semuanya sendirian tanpamu, tanpamu..sebab aku akan menjadi seseorang yang paling berdosa, jika engkau yang teramat aku cintai, turut merasakan dukaku, karena aku tahu, tak layak untuk mu menggenggam sebuah kesedihan dan aku percaya dengan kata-katamu, sang waktu akan menyembuhkan luka ini, namun biarkanlah jika saat ini ku peluk sebuah kata kenangan, sebuah rasa rindu, sebuah kebenaran cinta, meski aku harus mengguyar jiwa ku dengan air kepedihan, sebab aku tidak pernah bisa lari dari kenyataan, jika kebahagiaanku saat ini, nyatanya adalah kesakitanku sendiri, oleh sebuah rasa yang tak pernah bisa aku bakar, maka demi Allah aku tak ingin memberikan kepedihanku kepadamu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar